Monday, April 28, 2014

DEFENISI MEDIA PEMBELAJARAN



DEFENISI MEDIA PEMBELAJARAN MENURUT PARA AHLI/TOKOH DUNIA

1.        ROSSI dan  BREIDLE
Media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pedidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah, dan sebagainnya, Rossi dan Breidle (1996 : 3).

2.        GERLACH dan ELY
Media pembelajaran memiliki cakupan yang sangat luas, yaitu termasuk manusia, materi atau kajian yang membangun suatu kondisi yang membuat peserta didik mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap, Garlach dan Ely (1971).

3.        SADIMAN, dkk
Media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk pesan pembelajaran, Sadiman, dkk. (1993.7).

4.        SCHRAMM
Media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan (informasi) yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran, Schramm

5.        LATUHERU
Media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna, Latuheru, (1988 : 14).

6.        BRIGGS
Media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya, Briggs (1977).

7.        SEELS dan GLASGOW
Dari segi perkembangan teknologi, media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi dua kategori luas, yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi mutakhir, (Seels & Glasgow dalam Arsyad, 2002:33).

8.        NATIONAL  EDUCATION ASSOCIATON
Media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras, National Education Associaton (1969).

9.        DEGENG
Media pembelajaran adalah komponen strategi penyampaian yang dapat dimuati pesan yang akan disampaikan kepada pembelajar bisa berupa alat, bahan, dan orang, Degeng (1989:142).

10.    BLAKE dan HORALSEN
Media pembelajaran adalah saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan antara sumber (pemberi pesan) dengan penerima pesan, Blake dan Horalsen (1988:11).

LED (Light Emitting Diode)

Diode Pancaran Cahaya
LED (Light Emitting Diode)

A.      Pengertian LED (Light Emitting Diode)
Lampu LED atau kepanjangannya Light Emitting Diode adalah suatu lampu indikator dalam perangkat elektronika yang biasanya memiliki fungsi untuk menunjukkan status dari perangkat elektronika tersebut.
Lampu LED terbuat dari plastik dan dioda semikonduktor yang dapat menyala apabila dialiri tegangan listrik rendah (sekitar 1.5 volt DC). Bermacam-macam warna dan bentuk dari lampu LED, disesuaikan dengan kebutuhan dan fungsinya.

B.       Fungsi LED (Light Emitting Diode)
LED saat ini sudah banyak dipakai, seperti untuk penggunaan lampu permainan anak-anak, untuk rambu-rambu lalu lintas, lampu indikator peralatan elektronik hingga ke industri, untuk lampu emergency, untuk televisi, komputer, pengeras suara (speaker), hard disk eksternal, proyektor, LCD, dan berbagai perangkat elektronik lainnya sebagai indikator bahwa sistem sedang berada dalam proses kerja, dan biasanya berwarna merah atau kuning. LED ini banyak digunakan karena komsumsi daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan beragam warna yang ada dapat memperjelas bentuk atau huruf yang akan ditampilkan. dan banyak lagi.

C.      Keunggulan LED (Light Emitting Diode)
·           LED memiliki efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan lampu lain, dimana LED lebih hemat energi 80 % sampai 90% dibandingkan lampu lain.
·           LED memilki waktu penggunaan yang lebih lama hingga mencapai 100 ribu jam.
·           LED memiliki tegangan operasi DC yang rendah.
·           Cahaya keluaran dari LED bersifat dingin atau cool (tidak ada sinar UV atau energi panas).
·           Ukurannya yang mini dan praktis

D.      Kelemahan LED (Light Emitting Diode)
·           Suhu lingkungan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan gangguan elektrik pada LED.
·           Lampu sinar LED menyilaukan

E.       Cara Kerja LED (Light Emitting Diode)
Karena LED adalah salah satu jenis dioda maka LED memiliki 2 kutub yaitu anoda dan katoda. Dalam  hal ini LED akan menyala bila ada arus listrik mengalir dari  anoda menuju katoda. Pemasangan kutub LED tidak boleh terebalik karena apabila terbalik kutubnya maka LED tersebut tidak akan menyala. Led memiliki karakteristik berbeda-beda menurut warna yang dihasilkan. Semakin tinggi arus yang mengalir pada led maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan, namun perlu diperhatikan bahwa besarnya arus yang diperbolehkan 10mA-20mA dan pada tegangan 1,6V –  3,5 V menurut karakter warna yang dihasilkan. Apabila arus yang mengalir lebih dari 20mA maka led akan terbakar.